TINJAUAN YURIDIS TINDAK PIDANA PELECEHAN SEKSUAL DI INDONESIA

Authors

  • Jesse Reinhart Simatupang Program Studi Strata Satu (S-1) Ilmu Hukum Fakultas Hukum, Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Author
  • Niru Anita Sinaga Program Studi Strata Satu (S-1) Ilmu Hukum Fakultas Hukum, Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Author

DOI:

https://doi.org/10.71282/jurmie.v3i9.2574

Keywords:

Sexual Harassment, Sexual Violence, Legal Protection, UU TPKS, Victim-Centered Approach

Abstract

Sexual harassment remains a serious legal and social problem in Indonesia. The enactment of Law Number 12 of 2022 concerning the Crime of Sexual Violence (UU TPKS) represents a significant normative breakthrough in regulating various forms of sexual violence, including non-physical harassment. However, normative progress has not been matched by consistency in law enforcement, as evidenced by judicial decisions that still demonstrate interpretative ambiguity and inconsistency. This study aims to analyze the legal framework governing sexual harassment in Indonesia and examine the legal protection afforded to victims. Using normative juridical research methods with statutory, conceptual, and case approaches, this study concludes that: (1) the legal framework for sexual harassment has undergone significant expansion through UU TPKS, accommodating non-physical and electronic-based forms of harassment; (2) legal protection for victims includes preventive and repressive measures; however, implementation still faces challenges in the form of social stigma, victim blaming, and limited institutional capacity. This study recommends strengthening the capacity of law enforcement officers in understanding the victim-centered spirit of UU TPKS and the need for judicial guidelines to create consistent jurisprudence.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A. Buku

Abidin, Z. (2005). Pemidanaan, Pidana dan Tindakan dalam Rancangan KUHP. Elsam.

Ali, M. (2020). Hukum Pidana Indonesia. Rajawali Pers.

Amiruddin, & Asikin, H. Z. (2020). Pengantar Metode Penelitian Hukum. Raja Grafindo Persada.

Asshiddiqie, J. (2006). Hukum Tata Negara dan Pilar-Pilar Demokrasi. Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi.

Chazawi, A. (2016). Kejahatan Terhadap Kesusilaan. Rajawali Pers.

Hadjon, P. M. (1987). Perlindungan Hukum bagi Rakyat di Indonesia. Bina Ilmu.

Hamzah, A. (2017). Asas-Asas Hukum Pidana. Rineka Cipta.

Hartono, S. (2020). Hukum Pidana Terhadap Kekerasan Seksual. Alumni.

Hiariej, E. O. S. (2021). Pengantar Hukum Pidana. Universitas Terbuka.

Marzuki, P. M. (2010). Penelitian Hukum. Kencana Prenada Media Group.

Moeljatno. (2013). Asas-Asas Hukum Pidana. Rineka Cipta.

Muladi, & Arief, B. N. (2010). Teori-Teori dan Kebijakan Pidana. Alumni.

Pramudyo, A. (2023). Perlindungan Korban Kekerasan Seksual. Pustaka Pelajar.

Prodjodikoro, W. (2015). Asas-Asas Hukum Pidana di Indonesia. Refika Aditama.

Rahardjo, S. (2000). Ilmu Hukum. Citra Aditya Bakti.

Soedarto. (2019). Hukum Pidana dan Perkembangannya. Undip Press.

Soekanto, S., & Mamuji, S. (2013). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Raja Grafindo Persada.

Soesilo, R. (1991). KUHP serta Komentar-Komentarnya. Politeia.

Sriwidodo, J. (2019). Kajian Hukum Pidana Indonesia "Teori dan Praktik". Kepel Press.

Suherman, A. (2022). Rekonstruksi Hukum Kekerasan Seksual di Indonesia. Deepublish.

B. Peraturan Perundang-Undangan

Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Republik Indonesia. (1982). Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 120, Tambahan Lembaran Negara Nomor 6792).

Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Republik Indonesia. (2024). Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2024 tentang Koordinasi dan Pemantauan Pelaksanaan Pencegahan dan Penanganan Korban Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

C. Putusan Pengadilan

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2025). Putusan Nomor 250/PUU-XXIII/2025 tentang Pengujian Konstitusionalitas Pasal 67 ayat (2) UU TPKS.

D. Sumber Daring

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (Studi kasus Putusan PN Tlamuta No: 42/Pid. Sus/2025/PN TMT). Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 3(4). https://ipssj.com

Sartika La Antio. (2023). Pertanggungjawaban pidana oleh oknum polisi dalam tindak kekerasan seksual (Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022). Fakultas Hukum Unpatti.

Universitas Katolik Parahyangan. (2026). Kekuasaan, dan kekerasan: Menafsir kembali arti kekerasan terhadap anak yang dilakukan dengan relasi kuasa.

Downloads

Published

11-09-2026

How to Cite

TINJAUAN YURIDIS TINDAK PIDANA PELECEHAN SEKSUAL DI INDONESIA. (2026). Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi, 3(9), 227-243. https://doi.org/10.71282/jurmie.v3i9.2574

Similar Articles

51-60 of 735

You may also start an advanced similarity search for this article.