EFEKTIVITAS BREAST GYMNASTIC, KOMPRES HANGAT, RELAKSASI, DAN MEMERAH PAYUDARA PADA AWAL MELAHIRKAN DI RS. X JAKARTA

Authors

  • Dina Rizki Susanti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus, Indonesia Author
  • Sr. Lusia, CB, M.Kep Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.71282/jurmie.v3i7.2481

Keywords:

Postpartum spontan, laktasi, breast gymnastic, kompres hangat, relaksasi musik instrumental, memerah ASI

Abstract

Masa postpartum merupakan periode transisi yang penting dalam proses laktasi. Pada hari-hari pertama setelah persalinan, banyak ibu postpartum mengalami keterlambatan pengeluaran Air Susu Ibu (ASI) akibat belum optimalnya refleks prolaktin dan oksitosin, sehingga berisiko mengalami bendungan payudara dan kegagalan pemberian ASI eksklusif. Berbagai intervensi nonfarmakologis seperti breast gymnastic, kompres hangat, relaksasi musik instrumental, dan memerah payudara diketahui mampu meningkatkan stimulasi hormonal, memperlancar sirkulasi darah pada jaringan payudara, meningkatkan kenyamanan ibu, serta mengoptimalkan mekanisme supply and demand dalam produksi ASI. Kombinasi intervensi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kelancaran produksi dan pengeluaran ASI pada ibu postpartum spontan. Penelitian ini bertujuan untuk enggambarkan dan menganalisis efektivitas penerapan kombinasi breast gymnastic, kompres hangat, relaksasi musik instrumental, dan memerah payudara terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu postpartum spontan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus keperawatan maternitas. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling terhadap dua ibu postpartum spontan di Unit Maternitas RS X Jakarta Selatan pada tanggal 18–19 Juni 2026. Responden pertama (Ny. K) mendapatkan intervensi lengkap berupa breast gymnastic, kompres hangat, relaksasi musik instrumental, dan memerah payudara, sedangkan responden kedua (Ny. F) mendapatkan kompres hangat, relaksasi musik instrumental, dan memerah payudara tanpa breast gymnastic. Intervensi diberikan tiga kali sehari selama dua hari. Keberhasilan intervensi dievaluasi berdasarkan volume ASI hasil pemerahan, munculnya let-down reflex, kondisi payudara, frekuensi BAK dan BAB bayi, respons bayi setelah menyusu, serta perubahan berat badan bayi. Hasil pengkajian menunjukkan kedua responden merupakan ibu primipara postpartum hari pertama dengan keluhan pengeluaran ASI belum lancar, payudara bengkak dan tegang, serta let-down reflex yang belum adekuat. Setelah diberikan intervensi selama dua hari, kedua responden mengalami peningkatan produksi dan pengeluaran ASI disertai perbaikan kondisi payudara serta respons bayi setelah menyusu. Pada Ny. K yang mendapatkan intervensi lengkap, volume ASI meningkat dari 1 mL menjadi 3 mL, let-down reflex menjadi optimal dengan ASI memancar, payudara menjadi lebih lunak, dan bayi tampak lebih tenang setelah menyusu. Sementara itu, pada Ny. F yang tidak mendapatkan breast gymnastic, volume ASI meningkat dari 1 mL menjadi 2 mL dengan let-down reflex mulai muncul namun belum optimal serta kondisi payudara masih sedikit tegang. Hasil ini menunjukkan bahwa penambahan breast gymnastic memberikan peningkatan pengeluaran ASI yang lebih baik dibandingkan kombinasi intervensi tanpa breast gymnastic. Penerapan kombinasi breast gymnastic, kompres hangat, relaksasi musik instrumental, dan memerah payudara efektif meningkatkan kelancaran produksi dan pengeluaran ASI pada ibu postpartum spontan. Penambahan breast gymnastic memberikan efek yang lebih optimal terhadap peningkatan volume ASI, stimulasi let-down reflex, penurunan ketegangan payudara, serta kenyamanan ibu selama proses menyusui. Kombinasi intervensi ini dapat dijadikan salah satu bentuk evidence-based nursing practice dalam asuhan keperawatan maternitas untuk mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada masa postpartum awal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alshakhs, F., Almutairi, A., Alqahtani, N., & Alharbi, M. (2024). Effectiveness of warm compress therapy in reducing breast engorgement and improving breastfeeding outcomes among postpartum mothers. International Journal of Nursing Practice, 30(2), 1–8.

Anggraeni, A. J., Qomariyah, Q., & Maharani, K. (2021). Efektivitas Pijat Payudara dan Kompres Air Hangat Terhadap Kecukupan ASI Bayi Pada Ibu Post Partum. Jurnal Ilmu Kebidanan Akbid Ummi Khasanah, 7(2), 7–13.

Anggraeni, A. K., & Rahayu, A. M. (2026). The effect of warm breast compresses on breast milk flow in postpartum mothers at Lala Medicare Clinic. Profesional Health Journal, 7(2), 831-840

Anggrainy, D. (2025). Edukasi dan pelatihan penggunaan kompres hangat untuk mengatasi nyeri payudara pada ibu menyusui di PMB Lismarini. Harmoni Sosial: Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat, 2(1), 33-37.

Anggraeni, D., & Rahayu, S. (2024). Pengaruh kompres hangat terhadap kelancaran pengeluaran ASI pada ibu postpartum. Jurnal Kebidanan Indonesia, 15(1), 45–52.

Anggraeni, L., dkk. (2021). Hubungan pola istirahat dan perawatan payudara terhadap produksi air susu ibu pada masa nifas dini. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan, 12(2), 145-152.

Dewi, A. D. C., & Ayu, B. R. (2024). Edukasi tentang cara memerah ASI yang tepat dan kompres hangat sebagai penatalaksanaan bendungan ASI. Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 3(2), 217-222.

Ginting, D.Y. (2024). Hubungan Kompres Hangat Dengan Intensitas Nyeri Pada Ibu Nifas Dengan Bendungan Asi Di Klinik Pratama Sam Kampung Baru Medan Maimun. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Dan Sosial, 2(3), Pp. 17–23.

Jones, E., Dimmock, P. W., & Spencer, S. A. (2001). A randomised controlled trial to compare methods of milk expression after preterm delivery. Archives of Disease in Childhood Fetal and Neonatal Edition, 85(2), F91–F95.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Kementerian Kesehatan RI.

Lowdermilk, D. L., Perry, S. E., Cashion, K., & Alden, K. R. (2020). Maternity and women's health care (12th ed.). St. Louis: Elsevier.

Marlina, E. D., & Syaripah, R. (2021). Efektivitas metode memerah ASI terhadap ibu dan kualitas serta kuantitas ASI perah. JMSWH: Journal of Midwifery Science and Women’s Health, 1(2), 90-100.

Maryunani, A. (2015). Inisiasi menyusu dini, ASI eksklusif dan manajemen laktasi. Jakarta: Trans Info Media

Maulina, Idiana, A., & Putri, I. (2023). Literature review: Efektivitas teknik hypnobreastfeeding dan terapi musik terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu post partum. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 9(1), 577-582.

Oktiningrum, D. (2025). Pengaruh relaksasi musik instrumental terhadap keberhasilan menyusui pada ibu postpartum. Jurnal Keperawatan Maternitas, 13(1), 22–29.

Peranginangin, M., Sembiring, E., & Tarigan, R. (2022). Pengaruh breast gymnastic terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu postpartum. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan, 18(2), 87–94.

Presiden Republik Indonesia. (2021). Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Presiden Republik Indonesia. (2022). Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2022 tentang Peningkatan Akses Pelayanan Kesehatan Bagi Ibu Hamil, Bersalin, Nifas, dan Bayi Baru Lahir Melalui Program Jaminan Persalinan. Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Putri, R. Y., & Cahyani, D. D. (2026). Efektivitas pemberian kompres air hangat terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu nifas primipara (Study kasus pada Puskesmas Wates, Kabupaten Kediri). Jurnal Media Akademik (JMA), 4(4), 1-10.

Rasyid, F. (2024). Metodologi Penelitian Sosial: Teori dan Praktek. Kediri: IAIN Kediri Press

Sanusi, N., & Nurfajriah, S. (2025). Efektifitas Perawatan Payudara (Breastcare) terhadap Kelancaran Produksi ASI pada Ibu Nifas. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 7(3), 611-618

Shintami, R., & Wardani, K. (2024). Edukasi tentang Cara Memerah ASI yang Tepat dan Kompres Hangat untuk Mengurangi Nyeri Payudara Ibu Nifas. Jurnal Cakrawala Pengabdian, 2(1), 217-225.

Simbuang, S. P., & Yuliaswati, E. (2023). Pengaruh Pemberian VCO Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Nifas Di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Kasih Fatimah Kotamobagu. Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 1(4), 195–206.

Supriadi, A., & Yolandia, M. (2025). Studi epidemiologi kejadian breast engorgement global pada fase awal laktasi. Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia, 14(3), 112-119.

Susanti, E. (2024). Faktor sosiodemografi dan beban kerja terhadap kejadian bendungan ASI pada ibu menyusui di perkotaan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 19(2), 88-95.

World Health Organization. (2023). Global breastfeeding scorecard and neonatal nutrition guidelines. World Health Organization.

World Health Organization. (2024). Infant and young child feeding. Geneva: World Health Organization.

Zubaidah, Z., Rusdiana, R., Norfitri, R., & Pusparina, I. (2021). Asuhan keperawatan nifas. Deepublish.

Downloads

Published

22-07-2026

How to Cite

EFEKTIVITAS BREAST GYMNASTIC, KOMPRES HANGAT, RELAKSASI, DAN MEMERAH PAYUDARA PADA AWAL MELAHIRKAN DI RS. X JAKARTA. (2026). Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi, 3(7), 1208-1216. https://doi.org/10.71282/jurmie.v3i7.2481

Similar Articles

41-50 of 688

You may also start an advanced similarity search for this article.