Pemanfaatan Aksara Incung Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Lokal dan Pengembangan Jiwa Kewirausahaan Siswa di SMA 4 Kerinci
DOI:
https://doi.org/10.71282/at-taklim.v3i5.1903Keywords:
Incung script, local history, learning, entrepreneurship, SMA 4 Kerinci students.Abstract
This study aims to explore the potential of the Incung script as a local learning resource and a vehicle for developing an entrepreneurial spirit for students at SMA 4 Kerinci. Using a descriptive qualitative approach, the research was conducted through interviews with history teachers and students, observations of teaching practices, and analysis of curriculum documents and local culture-based entrepreneurial activities. The results indicate that integrating the Incung script into local history learning can increase students' motivation and understanding of Kerinci's cultural heritage, as well as open opportunities for developing creative products based on the Incung script (such as crafts and batik with Incung motifs). This study addresses specific teaching needs, access to entrepreneurship training, and the lack of systematic curriculum integration. The study concludes that utilizing the Incung script as a learning resource and as a basis for entrepreneurship has significant potential for enhancing local history knowledge and Incung-based learning, as well as partnerships with local MSMEs for culture-based entrepreneurship programs.
Downloads
References
Aksara di Nusantara. (n.d.). Download Font Incung – Aksara di Nusantara. Diakses dari https://aksaradinusantara.com
Azwar, R., & Rahmadani, N. (2023). Pelatihan Pengrajin Batik Incung di Kabupaten Kerinci. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indra Institute, 5(2).
Dela, P. R., Sulaiman, & Minawati, R. (2022). Aksara Incung sebagai Identitas Batik Kerinci. Jurnal Seni & Desain, 5(1). Diakses dari ResearchGate.
Fitriani, L. (2021). Integrasi Nilai Budaya dalam Pembelajaran untuk Penguatan Karakter Siswa Sekolah Menengah. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(2), 135–149.
Indonesia Government Portal. (2019, Agustus 26). Aksara Incung, satu-satunya aksara lokal di Sumatra Tengah. Diakses dari https://indonesia.go.id
Ismail, T. (2019). Pengembangan Bahan Ajar Sejarah Lokal Berbasis Kearifan Budaya Daerah di SMA. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 9(3), 201–210.
Kamarga, H. (2007). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Materi Sejarah Lokal. Dalam A. Mulyana & R. Gunawan (Eds.), Sejarah Lokal: Penulisan dan Pembelajaran di Sekolah. Bandung: Salamina Press.
Kemendikbudristek. (2021). Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka: Integrasi Budaya Lokal dalam Pembelajaran. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kozok, U. (2006). Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah: Naskah Melayu yang Tertua. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Kebudayaan Kemdikbud. (2017). Incung, dari Aksara hingga Jadi Motif Batik. Diakses dari https://kebudayaan.kemdikbud.go.id
Makai, A. L., & Dőry, T. (2023). Perceived university support and environment as a factor of entrepreneurial intention. arXiv preprint, arXiv:2303.04129.
Mulyana, E. (2019). Pendidikan Kontekstual dalam Penguatan Identitas Budaya Lokal. Jurnal Ilmu Pendidikan, 15(1), 45–53.
Nurfadilah, S., & Handayani, A. (2022). Integrasi Kearifan Lokal dalam Pendidikan Kewirausahaan di Sekolah Menengah. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan, 10(2), 77–89.
Oktaviani, R. (2020). Kurikulum Integratif Berbasis Budaya Lokal sebagai Upaya Meningkatkan Kompetensi Siswa. Jurnal Kurikulum Nusantara, 4(1), 12–23.
Omniglot. (2023). Incung script – Omniglot. Diakses dari https://omniglot.com
Pemerintah Provinsi Jambi. (2015). Peran Pemerintah Provinsi Jambi: Peningkatan Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah melalui Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil. LKJ Provinsi Jambi.
Putri, D. S., & Kurniawan, B. (2022). Kolaborasi Sekolah dan Komunitas Budaya dalam Penguatan Ekonomi Kreatif Siswa. Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat, 3(2), 89–98.
Rahmawati, L. (2021). Model Project-Based Learning untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Sekolah Menengah. Jurnal Inovasi Pendidikan, 11(1), 23–34.
RRI. (2020). Aksara Incung Kerinci, Warisan Peradaban Kerinci yang Hampir Punah. Diakses dari https://rri.co.id
Shahin, M., Ilic, O., Gonsalvez, C., & Whittle, J. (2020). The impact of a STEM-based entrepreneurship program on the entrepreneurial intention of secondary school female students. arXiv preprint, arXiv:2002.06782.
Supriatna, N. (2016). Pembelajaran Sejarah Lokal, Kearifan Lokal, dan Pelestarian Lingkungan. Dalam Tarunasena & W. Darmawan (Eds.), Pendidikan Sejarah dalam Perspektif Masa Depan Bangsa. Bandung: UPI Press.
Sunliensyar, H. H. (2025). Sebuah Katalog Manuskrip dan Inskripsi Beraksara Incung. Diakses dari ResearchGate.
Syaputra, A., & Lestari, R. (2020). Integrasi Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Sejarah untuk Penguatan Identitas Siswa. Jurnal Pendidikan Sejarah Nusantara, 3(2), 112–121.
Universitas Jambi Repository. (n.d.). Analisis pengetahuan siswa tentang aksara Incung Kerinci dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 2 Kerinci. Diakses dari https://repository.unja.ac.id
Wikipedia. (2023). Ulu scripts. Diakses dari https://en.wikipedia.org/wiki/Ulu_scripts
Writing Tradition Blogspot. (2018, Februari). Mengenal Variasi Aksara Incung Kerinci. Diakses dari https://writingtradition.blogspot.com
YouTube – Tribun Jambi. (2022, Februari). Belajar menulis dan membaca aksara Incung. Diakses dari https://youtube.com/@tribunjambi
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rohadatul Nihaliah, Jaihar Aswan Saputra, Glen Rio Sitohang, Desvi Amanda Salsabillah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










