REKONSTRUKSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTIKULTURAL: MODEL INTEGRATIF HASIL SINTESIS PEMIKIRAN BHIKHU PAREKH DAN PERSPEKTIF ISLAM
DOI:
https://doi.org/10.71282/at-taklim.v3i6.2317Keywords:
Pendidikan Agama Islam, multikulturalisme, Bhikhu Parekh, perspektif Islam, pendidikan multikultural, moderasi beragama.Abstract
Keberagaman merupakan realitas yang melekat pada kehidupan bangsa Indonesia sekaligus menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban yang harmonis. Namun, di tengah arus globalisasi, meningkatnya intoleransi, radikalisme, serta kecenderungan eksklusivisme dalam praktik pendidikan agama menghadirkan tantangan serius bagi penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam (PAI). Kondisi tersebut menuntut hadirnya paradigma pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguatan aspek teologis, tetapi juga mampu menumbuhkan sikap inklusif, humanis, dialogis, dan berkeadaban. Dalam konteks ini, pemikiran multikulturalisme Bhikhu Parekh menawarkan perspektif filosofis yang menempatkan keberagaman budaya sebagai kekayaan kemanusiaan yang harus dihargai melalui pengakuan, kesetaraan, dan dialog kritis. Di sisi lain, Islam memiliki landasan normatif yang kuat dalam memandang pluralitas sebagai Sunnatullah, sebagaimana tercermin dalam prinsip ta'aruf, keadilan (al-'adl), persaudaraan kemanusiaan (ukhuwwah basyariyyah), musyawarah, dan konsep rahmatan lil 'alamin. Berangkat dari kedua perspektif tersebut, artikel ini bertujuan menganalisis konsep multikulturalisme Bhikhu Parekh, mengkaji koherensinya dengan perspektif Islam, serta merumuskan implikasinya terhadap pengembangan sistem Pendidikan Agama Islam yang lebih inklusif dan transformatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui analisis kritis terhadap karya-karya Bhikhu Parekh, literatur Pendidikan Agama Islam, artikel ilmiah, serta sumber-sumber normatif Islam yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengintegrasikan berbagai konsep untuk menghasilkan sintesis yang komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat keselarasan substansial antara pemikiran Bhikhu Parekh dan nilai-nilai universal Islam dalam memandang keberagaman sebagai realitas yang harus dikelola melalui penghormatan terhadap martabat manusia, dialog yang konstruktif, dan keadilan sosial. Integrasi kedua perspektif tersebut melahirkan paradigma pengembangan Pendidikan Agama Islam yang menekankan transformasi kurikulum, pembelajaran dialogis, penguatan kompetensi guru, serta sistem evaluasi yang responsif terhadap keberagaman budaya. Kebaruan artikel ini terletak pada formulasi model konseptual yang mengintegrasikan teori multikulturalisme kritis Bhikhu Parekh dengan landasan teologis Islam sebagai paradigma pengembangan Pendidikan Agama Islam yang tetap berakar pada nilai-nilai akidah, namun sekaligus adaptif terhadap dinamika masyarakat multikultural. Dengan demikian, artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan Pendidikan Agama Islam yang mampu membentuk generasi muslim yang religius, moderat, toleran, serta memiliki kemampuan hidup berdampingan secara damai dalam masyarakat yang majemuk.
Downloads
References
Abdullah, M. Amin. (2006). Pendidikan Agama Islam di Era Multikultural-Multidimensi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Azra, A. (2019). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium III. Jakarta: Kencana.
Banks, J. A. (2016). Cultural Diversity and Education: Foundations, Curriculum, and Teaching (6th ed.). New York: Routledge.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Penguatan Moderasi Beragama di Lingkungan Pendidikan. Jakarta: Kemendikbudristek.
Mahfud, C. (2016). Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Parekh, B. (2006). Rethinking Multiculturalism: Cultural Diversity and Political Theory (2nd ed.). New York: Palgrave Macmillan.
Parekh, B. (2000). The Future of Multi-Ethnic Britain: Report of the Commission on the Future of Multi-Ethnic Britain. London: Profile Books.
Parekh, B. (2008). A New Politics of Identity: Political Principles for an Interdependent World. New York: Palgrave Macmillan.
Rasman. (2012). Pendidikan Multikultural dalam Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Rajawali Pers.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Taylor, C. (1994). Multiculturalism: Examining the Politics of Recognition. Princeton: Princeton University Press.
Tilaar, H. A. R. (2004). Multikulturalisme: Tantangan-Tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi Pendidikan Nasional. Jakarta: Grasindo.
Zed, M. (2018). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Zamroni. (2011). Pendidikan Demokrasi pada Masyarakat Multikultural. Yogyakarta: Gavin Kalam Utama.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Mahfud, Muhammad Hori, Solihin, Afifatus Sholeha, Sugiyanto, Abd. Hadi, Titarini (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










