MELACAK JIWA YANG HILANG: Otentisitas PAI dari Era Kurikulum Berbasis Kompetensi Menuju Integrasi Deep Learning Berbasis Kasih Sayang

Authors

  • Muhammad Mahfud Universitas Al-Falah As-Sunniyah kecong jember Author
  • Nanang Budianto Universitas Al-Falah As-Sunniyah kecong jember Author
  • Abd. Hadi Universitas Al-Falah As-Sunniyah kecong jember Author
  • Solihin Universitas Al-Falah As-Sunniyah kecong jember Author

DOI:

https://doi.org/10.71282/at-taklim.v3i7.2349

Keywords:

otentisitas PAI; deep learning; kasih sayang (rahmah); insan kamil; kurikulum berbasis kompetensi

Abstract

Sejak era Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) hingga Kurikulum Merdeka, Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar cenderung tereduksi menjadi capaian kognitif di atas kertas, sementara “jiwa” otentiknya sebagai proses pembentukan insan kamil kian tersamar. Kebijakan pembelajaran mendalam (deep learning) yang diperkenalkan Kemendikdasmen melalui Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 dengan prinsip mindful, meaningful, dan joyful berpotensi menjadi momentum revitalisasi, namun berisiko direduksi sekadar metode tanpa ruh relasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pergeseran otentisitas PAI sejak era KBK, mengonseptualisasikan model deep learning berbasis kasih sayang (rahmah), dan merumuskan strategi mengembalikan “jiwa” PAI sebagai pembentuk insan kamil. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus di SD Islam Nurul Barokah, Gelang, Sumberbaru, dengan data simulasi realistis yang merepresentasikan pola temuan lapangan lazim, melibatkan 20 informan (kepala sekolah, guru PAI, orang tua, dan siswa) melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan FGD, dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengidentifikasi enam tema penyebab hilangnya jiwa PAI, dengan lemahnya keteladanan relasional dan evaluasi berbasis hafalan sebagai faktor dominan. Simulasi penerapan model Compassionate Deep Learning selama enam minggu menunjukkan peningkatan pada seluruh indikator mindful-meaningful-joyful dan rahmah relasional. Penelitian ini berkontribusi merumuskan kerangka konseptual dan instrumen operasional untuk mengintegrasikan kasih sayang ke dalam pembelajaran mendalam PAI.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Artha Mahindra. (2024). Motivasi intrinsik siswa dalam penerapan deep learning pada kurikulum merdeka. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran.

Destriani, Botifar, M., & Wanto, D. (2023). Peran pendidikan agama Islam dalam mengatasi krisis identitas pada remaja Muslim di era globalisasi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti.

Dirasat: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam. (2026). Tujuan pendidikan dasar Islam dalam perspektif insan kamil: Kajian terhadap konsep subjek pendidikan Islam. Dirasat: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam, 11(1).

Edu-Riligia: Jurnal Kajian Pendidikan Islam dan Keagamaan. (2024). Hadis tarbawi sebagai rujukan moral dan metodologis pendidikan insan kamil. Edu-Riligia, 8(2).

Junaidin. (2024). Spiritual approach and development of the insan kamil character. Fusshilat: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 1(1), 38–46.

Kemendikdasmen. (2024). Pedoman implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) pada satuan pendidikan dasar dan menengah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Lickona, T. (2012). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.

Meliantina, R. (2022). Pendidikan Islam dalam membentuk insan kamil (Studi analisis pemikiran Ahmad Tafsir) [Skripsi, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu].

Membentuk Insan Kamil di Era Krisis Identitas. (2025). Reformulasi filosofi, kurikulum, dan metodologi pendidikan Islam modern. Jurnal Pendidikan dan Teknologi Ilmu Sosial.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Mustaghfiroh, S. (2020). Konsep merdeka belajar perspektif aliran progresivisme John Dewey. Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran.

Noddings, N. (2013). Caring: A relational approach to ethics and moral education (2nd ed.). University of California Press.

Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2025 tentang Pembelajaran Mendalam pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.

Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.

PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora. (2026). Relevansi konsep insan kamil dengan tujuan pendidikan Islam di tengah perubahan sosial modern. PESHUM, 5(2). https://doi.org/10.56799/peshum.v5i2.12983

Ramli, M. (2015). Hakikat pendidik dan peserta didik. Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam, 5(1).

Randall, R. (2025, Maret). Konsep dan implementasi deep learning [Materi penyusunan modul]. Direktorat Guru Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Ruang Guru. (2025). Mengenal deep learning, pendekatan belajar baru dari Mendikdasmen. Ruang Guru Blog.

Tafsir, A. (2014). Ilmu pendidikan dalam perspektif Islam. Remaja Rosdakarya.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Downloads

Published

02-07-2026

How to Cite

MELACAK JIWA YANG HILANG: Otentisitas PAI dari Era Kurikulum Berbasis Kompetensi Menuju Integrasi Deep Learning Berbasis Kasih Sayang. (2026). AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin, 3(7), 57-70. https://doi.org/10.71282/at-taklim.v3i7.2349

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

161-170 of 233

You may also start an advanced similarity search for this article.