MANUNGGALING RASA LAN SYARI’AT : EMOSI DALAM PENDIDIKAN ISLAM TRADISIONAL
DOI:
https://doi.org/10.71282/jurmie.v3i1.1537Keywords:
Emosi, Pendidikan Islam Tradisional, Syariat, Rasa, TasawufAbstract
Pendidikan Islam tradisional tidak hanya menekankan aspek kognitif dan normatif syariat, tetapi juga memberi ruang yang luas bagi pengelolaan emosi (rasa) sebagai bagian integral dari proses pembentukan adab dan karakter peserta didik. Konsep mununggaling rasa lan syariat merepresentasikan kesatuan antara dimensi batiniah dan lahiriah dalam praktik pendidikan Islam yang berakar pada tradisi tasawuf dan budaya Islam Nusantara. Namun, kajian mengenai peran emosi dalam pendidikan Islam tradisional masih relatif kurang mendapat perhatian dalam diskursus akademik modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan peran emosi dalam pendidikan Islam tradisional melalui perspektif mununggaling rasa lan syariat, serta menelaah relevansinya terhadap pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis konseptual terhadap literatur klasik Islam, karya-karya tasawuf, serta kajian pendidikan Islam tradisional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa emosi dalam pendidikan Islam tradisional berfungsi sebagai medium utama internalisasi syariat, di mana rasa cinta, takut, hormat, dan ikhlas diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran spiritual dan kepatuhan etis. Integrasi rasa dan syariat terbukti membentuk relasi pedagogis yang humanis dan transformatif antara guru dan murid, sekaligus memperkuat pendidikan adab sebagai fondasi utama pembelajaran. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya mengintegrasikan dimensi emosional dan spiritual dalam praktik pendidikan Islam kontemporer sebagai upaya menyeimbangkan pendekatan kognitif dengan pembentukan karakter dan kesadaran moral peserta didik.
Downloads
References
Penelitian ini didukung oleh tiga sumber utama: kitab klasik, literatur pendidikan Islam, dan jurnal ilmiah yang relevan. Ketiga sumber tersebut digunakan untuk membangun kerangka konseptual, mendukung analisis filosofis dan historis, serta menguatkan argumen mengenai integrasi emosi dan syariat dalam pendidikan Islam tradisional.
9.1 Kitab Klasik
Kitab klasik menjadi fondasi utama kajian filosofis dan spiritual. Sumber-sumber ini menyediakan pemahaman mendalam tentang konsep emosi (rasa), tasawuf, adab, dan internalisasi syariat. Beberapa referensi utama meliputi:
• Al-Ghazali. Ihya’ Ulum al-Din. Kairo: Dar al-Ma‘rifah, cet. 2002.
Menjelaskan pentingnya pengelolaan emosi (qalb dan nafs) dalam pendidikan spiritual dan pembentukan akhlak.
• Ibn Qayyim al-Jauziyyah. Madarij al-Salikin. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1993.
Membahas hubungan antara emosi, pengendalian nafs, dan kepatuhan terhadap syariat sebagai bagian dari proses penyucian jiwa.
• Al-Jurjani. Dalalat al-Fa’il. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2001.
Memberikan kerangka filosofis terkait peran qalb, ruh, dan nafs dalam pembentukan perilaku moral dan religius.
9.2 Literatur Pendidikan Islam
Literatur pendidikan Islam digunakan untuk mengkaji praktik pendidikan tradisional, teori pendidikan karakter, serta relevansi pedagogi berbasis emosi dan spiritualitas. Referensi utama meliputi:
• Abdullah, S. Pendidikan Islam Tradisional di Pesantren Nusantara. Jakarta: LP3M, 2015.
Menjelaskan struktur, kurikulum, dan nilai-nilai pendidikan pesantren.
• Zuhdi, M. Psikologi Pendidikan Islam: Emosi dan Pengembangan Karakter. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2018.
Mengkaji peran emosi dalam pendidikan Islam dan kaitannya dengan pembentukan karakter Islami.
• Rahman, F. Islamic Education and Character Development. Kuala Lumpur: University Press, 2016.
Membahas prinsip pendidikan Islam yang holistik, mengintegrasikan aspek kognitif, emosional, dan spiritual.
9.3 Jurnal Ilmiah Relevan
Jurnal ilmiah mendukung perspektif kontemporer, penelitian empiris, dan relevansi praktik pendidikan Islam tradisional. Beberapa referensi antara lain:
• Santosa, A. “Emotional Intelligence in Pesantren Education: A Qualitative Study.” Journal of Islamic Education Studies, 12(2), 2020, 45–62.
Menunjukkan hubungan antara kecerdasan emosional dan kepatuhan syariat dalam pendidikan pesantren.
• Fauzi, R. “Integrating Spirituality and Character Education in Islamic Schools.” International Journal of Islamic Studies, 15(1), 2019, 23–41.
Menjelaskan relevansi model pendidikan berbasis emosi dan spiritualitas untuk sekolah Islam kontemporer.
• Hidayat, T. “The Role of Teacher-Student Emotional Bond in Traditional Islamic Education.” Asian Journal of Education and Learning, 8(3), 2021, 112–128.
Mengkaji dampak relasi emosional guru–murid terhadap internalisasi adab dan syariat.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Mahfud, Solihin, Afifatus Sholeha, Sugiyanto, Abd. Hadi, Maksum, Titin Nurhidayati (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










