JEMBATAN ATAU JURANG? BEDAH KRITIS ATAS TUJUH MODEL INTERDISIPLINER DALAM KAJIAN ISLAM (DARI INTEGRASI HINGGA KONFLIK METODOLOGIS)

Authors

  • Muhammad Mahfud Universitas Al Falah Assunniyah Jember Indonesia Author
  • Fadilatul Fauziah Universitas Al Falah Assunniyah Jember Indonesia Author
  • M. Khoiruddin Universitas Al Falah Assunniyah Jember Indonesia Author
  • Solihin Universitas Al Falah Assunniyah Jember Indonesia Author
  • Afifatus Sholeha Universitas Al Falah Assunniyah Jember Indonesia Author
  • Sugiyanto Universitas Al Falah Assunniyah Jember Indonesia Author
  • Abd. Hadi Universitas Al Falah Assunniyah Jember Indonesia Author
  • Titarini Universitas Al Falah Assunniyah Jember Indonesia Author
  • Muhammad Hori Universitas Al Falah Assunniyah Jember Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.71282/jurmie.v3i1.1588

Keywords:

Interdisciplinary, Islamic Studies, Integration, Methodology, Epistemology

Abstract

Contemporary Islamic studies face new dynamics with the development of modern science. The interdisciplinary approach offers an opportunity to enrich the understanding of Islam but also has the potential to create methodological conflicts. This article examines seven interdisciplinary models in Islamic studies—ranging from integration, interconnection, critical dialogue, synthesis, Islamization of knowledge, critical deconstruction, to epistemological conflict models. Using a literature review approach, this paper explores the strengths, weaknesses, and academic implications of each model. The research findings suggest that the interconnection and critical dialogue models are the most adaptive for the development of modern Islamic studies, while the methodological conflict model tends to sharpen paradigm differences without achieving a common ground. This article concludes that the interdisciplinary approach has the potential to serve as a constructive bridge—provided it is conducted with a dialogical, critical, and non-hegemonic attitude.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, M. Amin. Islam sebagai Ilmu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

— Buku ini membahas konsep-konsep dasar mengenai kajian Islam sebagai ilmu yang dapat terhubung dengan berbagai disiplin ilmu lain.

Al-Faruqi, Ismail Raji. Islamization of Knowledge. Herndon, VA: IIIT.

— Memperkenalkan gagasan Islamisasi ilmu sebagai usaha untuk menyelaraskan ilmu modern dengan nilai-nilai Islam.

Arkoun, Mohammed. Rethinking Islam. London: Routledge.

— Mengajak pembaca untuk berpikir kritis dan merefleksikan kembali pemikiran Islam dalam konteks modernitas.

Jabiri, Muhammad Abed. Critique of Arab Reason.

— Menyediakan analisis kritis terhadap pemikiran Arab dan relevansinya dalam konteks pemikiran Islam kontemporer.

Rahman, Fazlur. Islam and Modernity. Chicago: University of Chicago Press.

— Membahas hubungan antara ajaran Islam dan tantangan modernitas, serta mencari jalan tengah antara tradisi dan inovasi.

Azra, Azyumardi. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII. Jakarta: Kencana.

— Memberikan perspektif historis tentang hubungan antara dunia Islam Timur Tengah dan Nusantara dalam konteks penyebaran ilmu.

Nasr, Seyyed Hossein. Knowledge and the Sacred. Albany: SUNY Press.

— Membahas tentang hubungan antara ilmu pengetahuan, pengetahuan spiritual, dan nilai-nilai keagamaan dalam tradisi Islam.

Hallaq, Wael B. The Impossible State: Islam, Politics, and Modernity’s Moral Predicament. New York: Columbia University Press.

— Menyajikan kritik terhadap modernitas dari perspektif Islam dan meneliti tantangan-tantangan yang muncul dalam hubungan Islam dan negara.

Abou El Fadl, Khaled. Speaking in God’s Name: Islamic Law, Authority and Women. Oxford: Oneworld.

— Menyajikan pendekatan kritis terhadap hukum Islam, otoritas, dan peran perempuan dalam Islam, dengan perspektif interdisipliner.

Esack, Farid. Qur’an, Liberation and Pluralism. Oxford: Oneworld.

— Menganalisis tafsir Al-Qur’an dalam konteks pembebasan dan pluralisme, dengan pendekatan dialog antara agama dan ilmu sosial.

Rahman, Fazlur. Major Themes of the Qur’an. Chicago: University of Chicago Press.

— Mengungkap tema-tema utama dalam Al-Qur’an dan bagaimana itu dapat dipahami dengan pendekatan kontekstual.

Arkoun, Mohammed. The Unthought in Contemporary Islamic Thought. London: Saqi Books.

— Mencermati elemen-elemen yang sering terabaikan dalam pemikiran Islam kontemporer dan urgensi kritik terhadapnya.

Amin, Abdullah. Multidisiplin, Interdisiplin, dan Transdisiplin dalam Studi Islam. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga Press.

— Menggali konsep-konsep multidisipliner dan interdisipliner dalam konteks pengembangan studi Islam yang lebih luas.

Madjid, Nurcholish. Islam, Kemodernan, dan Keindonesiaan. Bandung: Mizan.

— Buku yang relevan untuk memahami hubungan antara Islam, modernitas, dan identitas keindonesiaan dalam konteks sosial dan politik.

Lapidus, Ira M. A History of Islamic Societies. Cambridge: Cambridge University Press.

— Memberikan pemahaman sosiologis dan historis yang mendalam tentang masyarakat Islam di berbagai belahan dunia.

Downloads

Published

17-01-2026

How to Cite

JEMBATAN ATAU JURANG? BEDAH KRITIS ATAS TUJUH MODEL INTERDISIPLINER DALAM KAJIAN ISLAM (DARI INTEGRASI HINGGA KONFLIK METODOLOGIS). (2026). Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi, 3(1), 777-811. https://doi.org/10.71282/jurmie.v3i1.1588

Similar Articles

1-10 of 169

You may also start an advanced similarity search for this article.