Sufisme Pembaru dalam Gerakan Jamaah Tabligh: Transformasi Keagamaan Komunitas Meo di Mewat, India

Authors

  • Muhammad Rajib Habiburrahman Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin Author

DOI:

https://doi.org/10.71282/jurmie.v3i1.1554

Keywords:

Dakwah Urban, Jamaah Tabligh, Khuruj, Meo (Mewat), Modernitas, Sufisme Pembaru.

Abstract

Artikel ini menganalisis konsep sufisme pembaru dalam gerakan Jamaah Tabligh (JT) serta perannya dalam mendorong transformasi keagamaan komunitas Meo di Mewat, India. Kajian ini bertolak dari tradisi reformis Deobandi yang menjadi basis teologis Jamaah Tabligh, dengan menelaah bagaimana gagasan sufisme berbasis syariah dipraktikkan melalui dakwah, disiplin moral, dan pembinaan komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks tematik terhadap sumber-sumber kepustakaan utama, yang difokuskan pada lima aspek: relasi Jamaah Tabligh dengan tradisi sufisme pembaru, program pembaruan sufistik Maulana Muhammad Ilyas, ketegangan antara sufisme populer dan sufisme berpusat pada syariah, transformasi praktik keagamaan masyarakat Meo, serta sikap Jamaah Tabligh terhadap modernitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa Jamaah Tabligh merepresentasikan bentuk sufisme praktis non-tarekat yang menekankan purifikasi ajaran, penguatan syariah, dan internalisasi nilai-nilai spiritual melalui praktik dakwah. Di Mewat, strategi dakwah Jamaah Tabligh berhasil menggeser orientasi keagamaan komunitas Meo dari praktik sinkretik menuju Islam normatif, meskipun perubahan tersebut berlangsung secara bertahap dan tidak sepenuhnya menghapus struktur sosial-budaya lokal. Pada saat yang sama, Jamaah Tabligh memperlihatkan sikap ambivalen terhadap modernitas: menolak aspek sekuler dan rasionalisme keagamaan, tetapi secara tidak langsung mendorong mobilitas sosial, jaringan transnasional, dan kesadaran keislaman global. Temuan ini diperkuat melalui pembacaan kontekstual atas perkembangan Jamaah Tabligh di Indonesia dan praktik dakwahnya di ruang urban. Artikel ini menyimpulkan bahwa Jamaah Tabligh dapat dipahami sebagai manifestasi neo-sufisme yang berupaya menyeimbangkan pemurnian ajaran dengan adaptasi praktis terhadap dinamika sosial modern.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abid, Ibnu. Sejarah Jamaah Tabligh: Menelusuri Akar dan Ideologi Gerakan Dakwah. 6, no. 3 (Oktober 2024): 30–41.

Aqil, Muhammad. Konflik Internal Jamaah Tabligh (Kajian Tentang Konflik Syuro Alami VS Nizamuddin di Kota Padang). 2019.

Harahap, Risalan Basri. “Jamaah Tabligh, Sebuah Fenomena Antara Dakwah Dan Keluarga.” Jurnal AL-MAQASID: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan 7, no. 1 (Desember 2021): 34–46. https://doi.org/10.24952/almaqasid.v7i1.3812.

Hasanah, Umdatul. “Keberadaan Kelompok Jamaah Tabligh dan Reaksi Masyarakat (Perspektif Teori Penyebaran Informasi dan Pengaruh).” JURNAL INDO-ISLAMIKA 4, no. 1 (Juni 2014): 21–44. https://doi.org/10.15408/idi.v4i1.1559.

Hikmah, AL. “Sejarah Pemikiran Dan Gerakan Dakwah Jamaah Tabligh.” AL Hikmah Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi 8, no. 2 (Desember 2021): 27–38.

Karim, Abdul. KHURUJ FI SABILILLAH Gerakan Sufisme Jamaah Tabligh di Palembang Perspektif Gerakan Pembaharuan Islam. 21, no. 2 (Desember 2022): 356–80.

Lathifah, Zuhroh, Syamsul Arifin, Mundzirin Yusuf, Riswinarno, dan Muhammad Wildan. Gerakan-Gerakan Islam Indonesia Kontemporer. Fakultas Adab dan Ilmu Budaya Jl. Laksda Adisutjipto Yogyakarta Indonesia: Tim Adab Press, 2020.

Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, t.t.

Munir, Ahmad. “Akar Teologis Etos Kerja Jamaah Tabligh Studi Kasus Komunitas Jamaah Tabligh Desa Temboro Kecamatan Karas Magetan.” Kodifikasia 11, no. 1 (Agustus 2017): 50. https://doi.org/10.21154/kodifikasia.v11i1.1137.

Nur Kafid. “Sufisme Dalam Dinamika Kehidupan Masyarakat Muslim Kontemporer.” Mimbar Agama Budaya 37, no. 1 (November 2020): 27–38.

Rahmadi. Pengantar Metodologi Penelitian. 1 ed. Banjarmasin: Antasari Press, 2011.

Rais, Muhammad, dan Hamka Naping. “Jamaah Tabligh : Studi Etnografi Tentang Hirarki Dan Pelaksanaan Dakwah Di Masjid Jami Kerung-Kerung Kota Makassar.” Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) 3, no. 1 (Juli 2023): 43–56. https://doi.org/10.30984/jinnsa.v3i1.657.

Shorfana, Muhammad Rizky. “Resonansi Masyarakat Metropolitan Terhadap Eksistensi Jamaah Tabligh Di Kota Jakarta.” Al-Hikmah: Jurnal Studi Agama-Agama 10, no. 1 (2024): 53-63).

Susanto, Dedi, Ahmad Khairul Fajri, dan Kuswiyanto. “Jamaah Tabligh: antara Spiritualitas Tradisional dan Tantangan Dakwah Kontemporer.” Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora 11, no. 2 (Juni 2025): 420–26. https://doi.org/10.37567/alwatzikhoebillah.v11i2.3506.

Van Bruinessen, Martin, dan Julia Day Howell. Urban Sufism. Jakarta: Rajawali Press, 2008.

Downloads

Published

11-01-2026

How to Cite

Sufisme Pembaru dalam Gerakan Jamaah Tabligh: Transformasi Keagamaan Komunitas Meo di Mewat, India. (2026). Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi, 3(1), 527-542. https://doi.org/10.71282/jurmie.v3i1.1554

Similar Articles

1-10 of 15

You may also start an advanced similarity search for this article.