MURID-MURID YANG INTIM DI DUNIA MODERN (TERCIPTANYA PERSAHABATAN TRANSLOKAL DI KALANGAN SUFI ASIA SELATAN DI INGGRIS)
DOI:
https://doi.org/10.71282/jurmie.v3i1.1572Keywords:
Sufisme Urban, Hubungan Intim Pilihan, TranslokaIitas, Diaspora Pakistan, Komunitas Spiritual, Hibriditas Agama, Kepemimpinan PerempuanAbstract
Bab ini membahas munculnya persahabatan translokal dan hubungan intim yang bersifat pilihan (elective affinities) di kalangan Sufi migran Pakistan Selatan di Inggris, yang secara eksplisit menentang dikotomi modernitas pra-modernitas serta asumsi bahwa kelekatan sosial dalam diaspora hanyalah kelangsungan ikatan pra-migrasi (seperti ikatan kekerabatan atau biradari). Melalui studi kasus etnografis atas beberapa kelompok Sufi, termasuk Tarekat Azamiyah yang inovatif dan dipimpin oleh perempuan (Baji Saeeda) serta kelompok esoteris Syaikh Abidi, ditunjukkan bahwa Sufisme urban telah berhasil menciptakan ruang bagi bentuk-bentuk keakraban sosial baru di tengah lingkungan perkotaan modern, yang melampaui batasan kekerabatan, etnis, dan teritorial. Kelompok-kelompok Sufi ini ditandai oleh translokalitas yang luas, terikat dalam jaringan transnasional yang menghubungkan Inggris dan Pakistan, menyerupai kultus regional dengan pusat sakral dan cabang-cabang yang meluas. Secara sosial, mereka memfasilitasi keakraban lintas-gender yang sah (dalam beberapa kelompok) dan kepemimpinan perempuan, serta membentuk afiliasi semi-kekeluargaan di kalangan pengikut. Keakraban ini timbul bukan hanya dengan wali atau pembimbing spiritual (mursyid), tetapi juga di kalangan sesama pengikut, yang sering digambarkan seperti keluarga. Praktik spiritual dan intelektual juga menunjukkan hibriditas yang signifikan, menggabungkan ritual sufi tradisional (zikir) dengan wacana ilmiah modern (seperti teori warna dan energi spiritual), atau manipulasi numerik Al-Qur'an (Jafr) menggunakan teknologi komputer. Secara keseluruhan, Sufisme di Inggris berfungsi untuk mendorong pengalaman transenden, memberikan tujuan hidup yang etis dan transenden, dan menciptakan komunitas rohani yang adaptif dan inklusif di lingkungan urban modern.
Downloads
References
Azra, Azyumardi, ‘Sufisme Dan Modernitas’, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2008 <https://www.uinjkt.ac.id/index.php/id/sufisme-dan-modernitas>
Bruinessen, Martin Van, and Julia Day Howell, Urban Sufism (Jakarta: Rajawali Perss, 2008)
Gazali, and Efendi, ‘URBAN SUFISME EKSISTENSI TASAWUF DI PERKOTAAN’, Majalah Ilmiah Tabuah: Ta’limat, Budaya, Agama Dan Humaniora, 27 (2023), 50–51
Musbihin, Muhammad Aziz, and Khusnul Khatimah, ‘Urban Sufism: Membangun Kecerdasan Spiritual Masyarakat Perkotaan Era Modern Melalui Pendekatan Transpersonal’, JOUSIP: Journal of Sufism and Psychotherapy, 4 (2024), 55–67
Rozi, Ahmad Fahrur, Nurwahidin, and Mulawarman Hannase, ‘Dinamika Transformasi Tasawuf Era Kontemporer: NeoSufisme Dan Gerakan Islam Transnasional’, Tasamuh: Jurnal Studi Islam, 16 (2024), 279–81
Sakdullah, Muhammad, ‘TASAWUF DI ERA MODRNITAS (KAJIAN KOMPERHENSIF SEPUTAR NEO-SUFISME)’, Living Islam: Journal of Islamic Discourses, 3 (2020)
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Syuhrawardi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










