Strategi Bertahan Hidup Masyarakat Miskin Di Desa Curug Melalui Peran Migrasi Sebagai Mekanisme Ekonomi
DOI:
https://doi.org/10.71282/jurmie.v3i5.1999Keywords:
strategi bertahan hidup, kemiskinan, migrasi, adaptasi ekonomi, masyarakat desa.Abstract
Masalah migrasi terus menjadi isu krusial dalam dinamika kependudukan kontemporer. Supaya keluar dari lingkaran kemiskinan, pola perpindahan penduduk ini berperan penting sebagai jalur utama untuk mengatasi ketimpangan ekonomi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji strategi adaptasi ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah di Desa Curug, dengan penekanan khusus pada fungsi migrasi sebagai mekanisme penyesuaian. Latar belakang masalah didasari oleh keterbatasan sumber daya ekonomi, minimnya kesempatan kerja, dan tingkat pendapatan yang rendah di kalangan penduduk pedesaan yang memicu pencarian alternatif mata pencaharian. Pendekatan penelitian yang diterapkan bersifat kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta analisis dokumen. Temuan utama mengungkapkan bahwa kelompok masyarakat miskin di Desa Curug mengadopsi beragam strategi kelangsungan hidup, termasuk diversifikasi sumber pendapatan, pengendalian pengeluaran konsumsi, optimalisasi jaringan sosial, dan keterlibatan anggota keluarga dalam kegiatan ekonomi. Migrasi muncul sebagai taktik dominan untuk meningkatkan kesejahteraan rumah tangga, baik dalam bentuk sementara maupun permanen, yang menghasilkan remitansi sebagai sumber pendukung kebutuhan domestik. Meskipun demikian, migrasi tersebut menghadapi kendala seperti ketidakstabilan lapangan kerja dan minimnya jaminan sosial. Oleh karena itu, migrasi berperan krusial sebagai instrumen adaptasi ekonomi bagi masyarakat miskin di Desa Curug, walaupun memerlukan intervensi kebijakan guna mengurangi potensi risiko yang timbul. Selain itu, studi ini juga menunjukan bahwa keputusan melakukan migrasi tidak hanya di pengaruhi oleh ekonomi saja, tetapi juga oleh dorongan sosial, seperti jaringan kekerabatan dan informasi dari sesama migran yang lebih dahulu merantau. Keberadaan jaringan sosial tersebut mempermudah proses adaptasi di daerah tujuan, baik dalam memperoleh pekerjaan atau tempat tinggal. Di sisi lain ketergantungan juga berpotensi menimbulkan kerentanan baru apabila terjadi gangguan pada pendekatan migran. Oleh karna itu di perlukan dukungan kebijakan yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi lokal serta perlindungan bagi pekerja migran untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat.
Downloads
References
Adami, K. (2025). Ambivalensi dalam penolakan terhadap pengungsi Rohingya di Aceh: Antara kemanusiaan dan ketidaknyamanan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 12(2), 2685-2705.
Assan, A. (2019). Strategi bertahan hidup petani gurem di Desa Tukul Kecamatan Tering Kabupaten Kutai Barat. EJournal Sosiatri-Sosiologi, 7(3), 54-67.
Astuti, G. A., & Meiji, N. H. P. (2023). Strategi bertahan hidup keluarga miskin di tepi rel kereta api sekitar Stasiun Pasar Senen. Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, 10(2), 105-115. https://doi.org/10.24036/scs.v10i2.557
Cahya, A. (2018). Analisis faktor-faktor penyebab migrasi penduduk Jawa akibat pertumbuhan penduduk yang tinggi. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 10-27.
Junita, A., & Ruja, N. (2024). Strategi bertahan hidup keluarga pemulung di wilayah Muharto DAS Brantas Kedungkandang Kota Malang. Jurnal Sosial dan Humaniora, 5(1), 30-39.
Kasrynol, F. (1998). Strategi adaptasi masyarakat miskin perkotaan. Jurnal Sosiologi Masyarakat, 4(2), 25-51.
Listyarso, A. (2005). Pengaruh strategi pemasaran terhadap kinerja pemasaran dan kinerja perusahaan dengan lingkungan persaingan sebagai variabel moderating (studi kasus perusahaan jasa konstruksi kelas kecil-menengah di Kota Semarang). Tesis tidak dipublikasikan, Universitas Diponegoro.
Onozitoli, D., Kota, O., Lase, C., Lase, D., Lahagu, P., Laia, O., & Waruwu, R. M. P. (2026). Dinamika migrasi tenaga kerja dan pengaruhnya terhadap kesejahteraan. Management Perspective: Jurnal Penelitian Manajemen, 3(1), 1-13. https://doi.org/10.62138/management.v3i1.197
Polimango, A. S., Baruwadi, M. H., & Akib, F. H. Y. (2025). Diversifikasi pendapatan terhadap kerentanan kemiskinan pada rumah tangga petani padi sawah di Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Economic Reviews Journal, 4(1), 272-285. https://doi.org/10.56709/mrj.v4i1.641
Salim, A. (2024). Analisis dampak remitansi pekerja migran Indonesia (PMI) terhadap kesejahteraan keluarga di Kabupaten Lampung Timur menurut perspektif ekonomi syariah. Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah, 2(3), 306-312.
Samsul Hadi, Ahmad Taufiki, Maulana Zakaria Ahmad, & Adil Siswanto. (2024). Analisis tingkat kemiskinan tahun 2023 di Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember. Journal of Indonesian Social Society (JISS), 2(1), 32-39. https://doi.org/10.59435/jiss.v2i1.224
Setiawan, D. (2013). Teori migrasi dan penerapannya di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 21(3), 1-8.
Tamtiari, W. (2016). Dampak sosial migrasi tenaga kerja ke Malaysia. Populasi, 10(2), 39-56. https://doi.org/10.22146/jp.12483
Tyas, R. N., & Triwahyudianto, T. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan bermigrasi masyarakat Madura ke Kelurahan Buring Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang tahun 2017. JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi), 2(2). https://doi.org/10.21067/jpig.v2i2.3504
Wafirotin, K. Z. (2016). Dampak migrasi terhadap kondisi sosial ekonomi keluarga TKI di Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo. Ekuilibrium: Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Ekonomi, 8(1), 15. https://doi.org/10.24269/ekuilibrium.v8i1.36
Wignjosoebroto, S. (2001). Kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat miskin. Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 12(2), 25-42.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nuha Alfaroh, Naila Putri (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










