PENGARUH PENGGUNAAN BAHASA GAUL TERHADAP KESADARAN BELA NEGARA PADA MAHASISWA

Authors

  • Rahayu Yuliani Pendidikan Ipa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Riau Author
  • Bunga Ivana Aurella Adimas Pendidikan Ipa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Riau Author
  • Dila Salsabila Pendidikan Ipa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Riau Author
  • Yola Radin Kusrini Pendidikan Ipa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Riau Author
  • Reah Sosani Pendidikan Ipa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Riau Author
  • Rahma Dwi Handayani Pendidikan Ipa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Riau Author
  • Naisya Faradina Pendidikan Ipa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Riau Author
  • Nurhabiba Pendidikan Ipa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Riau Author
  • Dhiyaul Huraiyah Pendidikan Ipa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Riau Author
  • Aldriansyah Pendidikan Ipa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Riau Author

DOI:

https://doi.org/10.71282/jurmie.v3i7.2407

Keywords:

bahasa gaul, kesadaran bela negara, mahasiswa, bahasa Indonesia, identitas nasional

Abstract

Bahasa gaul merupakan variasi bahasa nonformal yang berkembang pesat di kalangan mahasiswa sebagai akibat dari interaksi sosial dan derasnya arus informasi melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahasa gaul terhadap kesadaran bela negara mahasiswa, mengingat bahasa Indonesia yang baik dan benar merupakan salah satu wujud nyata dari sikap cinta tanah air sebagai unsur dasar bela negara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan penyebaran angket kepada mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa gaul yang berlebihan dan tidak pada tempatnya dapat melemahkan kebiasaan berbahasa Indonesia yang baik, yang secara tidak langsung berdampak pada menurunnya kepekaan mahasiswa terhadap nilai-nilai kebangsaan, termasuk kesadaran bela negara. Namun demikian, ditemukan pula bahwa penggunaan bahasa gaul tidak selalu berdampak negatif apabila mahasiswa mampu menempatkan diri secara tepat antara situasi formal dan nonformal. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan pendidikan bahasa Indonesia dan pendidikan kewarganegaraan secara simultan agar mahasiswa tetap memiliki kecintaan terhadap bahasa nasional tanpa menghilangkan kreativitas berbahasa di kalangan generasi muda.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Chaer, A., & Agustina, L. (2014). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. (2021). Buku Putih Pertahanan Indonesia. Jakarta: Kemhan RI.

Keraf, G. (2009). Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Republik Indonesia. (2002). Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sumarsono. (2017). Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Widjajanti, A. (2019). “Pergeseran Penggunaan Bahasa Indonesia di Kalangan Remaja Akibat Bahasa Gaul.” Jurnal Bahasa dan Sastra, 12(2), 45–56.

Winarno. (2017). Pendidikan Kewarganegaraan: Panduan Kuliah di Perguruan Tinggi. Jakarta: Bumi Aksara.

Downloads

Published

07-07-2026

How to Cite

PENGARUH PENGGUNAAN BAHASA GAUL TERHADAP KESADARAN BELA NEGARA PADA MAHASISWA. (2026). Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi, 3(7), 524-531. https://doi.org/10.71282/jurmie.v3i7.2407

Similar Articles

1-10 of 823

You may also start an advanced similarity search for this article.