PENGGUNAAN SIX SIGMA SEBAGAI PENGENDALIAN KUALITAS BENANG CACAT HASIL PRODUKSI MESIN RING FRAME DI PT XYZ
DOI:
https://doi.org/10.71282/at-taklim.v3i3.1778Keywords:
Six Sigma, DMAIC, Pengendalian Kualitas, Benang Cacat, Ring FrameAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat kecacatan benang pada mesin ring frame di PT XYZ yang mencapai rata-rata 3,6% per tahun, melampaui ambang batas toleransi perusahaan sebesar 0,18%. Upaya pengendalian melalui preventive maintenance yang telah dilakukan sebelumnya dinilai belum efektif karena ketidakteraturan jadwal yang menghambat target produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi pengendalian kualitas yang efektif menggunakan pendekatan Six Sigma dengan siklus DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control).Kajian pustaka dalam penelitian ini mencakup teori pengendalian kualitas, manajemen kualitas, serta instrumen statistik seperti Diagram Pareto, Fishbone Diagram, Fault Tree Analysis (FTA), dan P-Chart. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di lapangan, dokumentasi produksi periode Agustus 2024 hingga Juli 2025, serta wawancara mendalam dengan pihak manajemen dan kepala bagian teknis.Hasil pengukuran menunjukkan nilai DPMO sebesar 758,84 dengan tingkat kualitas 4,75 sigma. Analisis menggunakan Diagram Pareto dan Fishbone mengidentifikasi empat jenis cacat utama: gulungan jelek (48%), ne out standar (27%), IPI tinggi (19%), dan slub (6%). Akar penyebab masalah ditemukan pada sistem penjadwalan pemeliharaan yang tidak tertulis dan kurangnya koordinasi komunikasi internal. Implementasi perbaikan berupa penyusunan SOP alur komunikasi dan jadwal preventive maintenance terstruktur berhasil menurunkan tingkat kecacatan sebesar 2,65%, dari semula 3,64% menjadi 0,99%. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa standarisasi sistem penjadwalan dan pengawasan ketat melalui form checklist efektif meningkatkan kualitas produk benang secara signifikan.
Downloads
References
Abdurahman, N. (2025). Analysis of N19 product quality control in the PTED process using the Six Sigma DMAIC method (Case study: X Ltd). Journal of Physics: Conference Series, 3103(1), 12038. https://doi.org/10.1088/1742-6596/3103/1/012038
Ahyari, A. (2014). Manajemen produksi perencanaan sistem produksi buku 1 (6th ed.). BPFE UGM.
Alijoyo, A., Wijaya, B., & Jacob, I. (2021). Failure mode effect analysis. In *31 teknik penilaian risiko berbasis ISO 31010*. Center for Risk Management & Sustainability (CRMS).
Arman, U. D., Melasari, J., & Suwanda, R. (2022). Identifikasi penyebab kecelakaan kerja konstruksi menggunakan accident root cause tracing model (ARCTM) dan fault tree analysis (FTA). Cantilever: Jurnal Penelitian dan Kajian Bidang Teknik Sipil, 11(01), 17–28. https://doi.org/10.35139/cantilever.v11i1.112
Ashari, T. A. (2022). Analisis pengendalian kualitas produk base plate dengan menggunakan metode lean six sigma (DMAIC) pada PT XYZ. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 1(6), 1321–1332. https://doi.org/10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i6.1498
Asmoko, H. (2013). Teknik ilustrasi masalah - diagram fishbone. Jurnal Akademi, 1–8.
Bahauddin, A., & Latif, M. R. (2022). Pengendalian kualitas base oil menggunakan metode six sigma. Journal of Industrial Service, 7(2), 269–275. https://doi.org/10.36055/jiss.v7i2.14401
Budiartami, N. K., & Wijaya, I. W. K. (2019). Analisis pengendalian proses produksi untuk meningkatkan kualitas produk pada CV. Cok Konveksi di Denpasar. Jurnal Manajemen dan Bisnis Equilibrium, 5(2), 161–166. https://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=1755911
Choirunnisa, F., & Nova, T. (2020). Implementasi lean six sigma dalam upaya mengurangi produk cacat pada bagian new nabire chair kursi rotan. Prosiding EDUSAINTEK, 4(1), 334–343. https://prosiding.unimus.ac.id/index.php/edusaintek/article/viewFile/574/576
Denny Walady Utama, O., Azis Syarif, A., Santri Kusuma, B., Zurairah, M., & Joni, H. M. (2000). Teknik industri, fakultas teknik. Universitas Al Azhar Medan, 3(3).
Dewi, A. H., Hermawan, A., & Sofyan, H. (2024). Analysis of cotton yarn product defects in the production process of the cotton department using the DMAIC six sigma approach. Bridging Multidisciplinary Research Portal, 2(1), 67–82. https://jurnal.sttnlampung.ac.id/index.php/bridge/article/view/96
Earl P., S., & Manullang, M. (2001). Manajemen perusahaan. Liberty.
Fachrudin, F., & Al Faritsy, A. Z. (2025). Analisis pengendalian kualitas untuk menurunkan jumlah cacat benang cotton dengan metode six sigma (DMAIC). Jurnal Ilmiah Sains Teknologi dan Informasi, 3(1), 31–44. https://doi.org/10.59024/jiti.v3i1.995
Fadhlurrahman, A. M. (2022). Upaya meminimasi defect produk bata ringan di PT. Bumi Sarana Beton dengan penerapan six sigma [Skripsi, Universitas Hasanuddin].
Gasperz, V. (2002). Pedoman implementasi program six sigma terintegrasi dengan ISO9001:2000, MBNQA, dan HACCP. PT. Gramedia.
Gasperz, V. (2005). Sistem manajemen kinerja terintegrasi balanced scorecard dengan six sigma untuk organisasi bisnis dan pemerintah. PT. Gramedia.
Germanova-Krasteva, D., & Dimcheva, I. (2020). Analysis of defects and their impact on the production losses using Pareto diagrams. E3S Web of Conferences, 207, 3007. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202020703007
Indriani, R., Simanjuntak, L. F., Dalimunthe, F., Nasution, A. N. S. B., Kautsar, & Sihombing, T. C. (2024). Memahami manajemen operasional pada proses produksi. Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis, 2(4), 201–206.
Khan, M. A., Khatri, A., & Marri, H. B. (2021, June 15-16). Identification of defects in various processes of spinning: A case study of Kotri, Sindh, Pakistan. In Proceedings of the First Central American and Caribbean International Conference on Industrial Engineering and Operations Management (pp. 385–395). Port-Au-Prince, Haiti. https://ieomsociety.org/proceedings/2021haiti/299.pdf
Khoiri, H. A., Kusuma, Y. A., & Aryaningtyas, F. D. (2024). Implementasi six-sigma pada produksi kain rayon lebar PT XYZ. Performa: Media Ilmiah Teknik Industri, 23(2), 126–135. https://doi.org/10.20961/performa.23.2.85010
Kompyurini, N., & Wulandari, A. (2024). Optimalisasi pengendalian kualitas produk melalui pengukuran dan evaluasi biaya kualitas. Journal of Sharia Economics, Banking, and Accounting, 1(2), 79–91. https://doi.org/10.52620/jseba.v1i2.37
Kurnianto, K., & Setyanto, H. (2025). Usulan perbaikan kualitas produk menggunakan metode six sigma di PT. ZYX. Seminar dan Konferensi Nasional IDEC, 11(1), 36–50.
Kusnandar, W. A. P., & Nugroho, A. J. (2023). Perbaikan kualitas produksi gula pasir dengan penerapan lean six sigma: (Studi kasus: PT Madubaru). Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan, 2(4), 242–249. https://doi.org/10.55826/tmit.v2i4.142
Kusuma, Y. A., Khoiri, H. A., & Aryaningtyas, F. D. (2020). Penilaian risiko kualitas pada proses produksi kain di PT. XYZ. Jointech UMKK, 1(1), 11–17. https://doi.org/10.20961/performa.23.2.85010
Lestari, F. A., & Purwatmini, N. (2021). Pengendalian kualitas produk tekstil menggunakan metoda DMAIC. Jurnal Ecodemica: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis, 5(1), 79–85. https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/89142668/pdf-libre.pdf?1659261261
Muawanah, Sihsubekti, S., & Bahri, A. S. (2024). Peran dan teknik pengendalian dalam manajemen perikanan. JAPE: Jurnal Analisis dan Perkembangan Ekonomi, 8(6), 1–14. https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jape/article/view/1150
Pande, P. S. (2002). The six sigma way. Andi.
Pratama, N. A., Dito, M. Z., Kurniawan, O. O., & Al-Faritsy, A. Z. (2023). Analisis pengendalian kualitas dengan metode seven tools dan kaizen dalam upaya mengurangi tingkat kecacatan produk. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan, 2(2), 53–62. https://doi.org/10.55826/tmit.v2i1.111
Prawiro, S., & Hidayat, A. (2024). Manajemen kualitas terpadu di era industri 5.0. Penerbit Salemba Empat.
Raman, R. S., & Basavaraj, Y. (2019). Quality improvement of capacitors through fishbone and Pareto techniques. International Journal of Recent Technology and Engineering, 8(2), 2248–2252.
Ridho, D. A., & Suseno, S. (2023). Analisis pengendalian kualitas produk dengan metode lean six sigma pada PT. Djohartex. Jurnal Inovasi dan Kreativitas, 2(2), 64–82. https://doi.org/10.30656/jika.v2i2.6009
Riandari, E. W. A., Susetyo, J., & Erlin, (2022). Pengendalian kualitas produksi genteng menggunakan penerapan metode six sigma dan failure mode and effect analysis (FMEA). Jurnal Rekavasi, 10(1), 164–171. https://ejournal.akprind.ac.id/index.php/rekavasi/article/view/3884/
Rochman, M. A., & Luthfianto, S. (2021). Analisa peta kendali P chart pada bahan baku getah pinus di Perhutani Pine Chemical Industry (PPCI) Pemalang. Prosiding Seminar Nasional Teknik Industri Pancasakti Tegal, 4, 149–154. https://semnas.upstegal.ac.id/index.php/SNaTIPs/article/view/1182
Suseno, O., & Kalid, S. I. (2022). Pengendalian kualitas cacat produk tas kulit dengan metode failure mode and effect analysis (FMEA) dan fault tree analysis (FTA) di PT Mandiri Jogja Internasional. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 2(2). http://bajangjournal.com/index.php/JCI
Zulkhulaifah, J. A., & Apriliani, F. (2024). Penerapan six sigma dan metode define, measure, analyze, improve, control (DMAIC) untuk analisis green tyre shortage di PT Merpati Putih. Factory: Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri, 2(3), 119–133. https://doi.org/10.56211/factory.v2i3.495
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Otniel Adam Putra Tamason, Anita Oktaviana Trisna Devi, Yunita Primasanti (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










