DI ANTARA RUMAH, SEKOLAH, DAN JALANAN: Merajut Sinergitas Kelembagaan yang Terfragmentasi dalam Pembentukan Karakter Muslim

Authors

  • Muhammad Mahfud Universitas Al-Falah As-Sunniyah kecong jember Author
  • Asnawan Universitas Al-Falah As-Sunniyah kecong jember Author
  • Solihin Universitas Al-Falah As-Sunniyah kecong jember Author
  • Abd. Hadi Universitas Al-Falah As-Sunniyah kecong jember Author

DOI:

https://doi.org/10.71282/at-taklim.v3i7.2350

Keywords:

sinergitas tripusat pendidikan; fragmentasi kelembagaan; karakter Muslim; kolaborasi rumah-sekolah-masyarakat; pendidikan Islam

Abstract

Pembentukan karakter Muslim pada anak dan remaja secara normatif ditopang oleh tiga pusat pendidikan—rumah, sekolah, dan masyarakat (“jalanan”)—namun dalam praktiknya ketiga ranah tersebut kerap berjalan sendiri-sendiri, saling lepas, bahkan saling meniadakan pesan moral yang dibangun satu sama lain. Penelitian ini bertujuan menganalisis akar penyebab fragmentasi peran antara rumah, sekolah, dan lingkungan pergaulan dalam pembentukan karakter Muslim, serta merumuskan model sinergitas baru yang dapat merajut kembali ketiga lembaga tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus multi-situs dengan data simulasi realistis yang mengacu pada pola temuan lapangan yang lazim dalam literatur sejenis, melibatkan 24 informan (orang tua, guru, tokoh masyarakat, dan siswa) melalui wawancara mendalam, FGD, dan observasi non-partisipan, dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman serta triangulasi sumber. Hasil penelitian mengidentifikasi enam tema penyebab fragmentasi, dengan dominasi gawai dan pengaruh kelompok sebaya (peer group) serta lemahnya komunikasi orang tua-guru sebagai faktor paling menonjol. Penelitian ini merumuskan Model Sinergitas Tripihak Rekonstruktif yang mengubah relasi linear-instruktif menjadi interaksional-dialogis melalui forum tripihak terjadwal, piagam nilai bersama, dan buku penghubung karakter. Simulasi triangulasi menunjukkan peningkatan skor persepsi efektivitas pada seluruh dimensi kolaborasi setelah penerapan model yang diajukan. Penelitian ini berkontribusi pada rekonstruksi ekosistem pendidikan karakter Muslim yang holistik dan adaptif terhadap tantangan era digital.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bariyah, S. K. (2019). Peran tripusat pendidikan dalam pembentukan karakter siswa. Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 117–125.

Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development: Experiments by nature and design. Harvard University Press.

Daradjat, Z. (2012). Ilmu pendidikan Islam. Bumi Aksara.

Epstein, J. L. (2011). School, family, and community partnerships: Preparing educators and improving schools (2nd ed.). Westview Press.

Fanny, A. M. (2020). Sinergitas tripusat pendidikan dalam perspektif Ki Hajar Dewantara. EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar, 4(2), 176–183.

Haryanto. (2011). Pendidikan karakter menurut Ki Hajar Dewantara. Jurnal Cakrawala Pendidikan, Edisi Khusus Dies Natalis UNY, 1–20.

Khafid, M. (2023). Konsep pendidikan karakter dalam teori tripusat pendidikan Ki Hajar Dewantara dan implikasinya terhadap pendidikan moral di era 5.0. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 12(10).

Khoiri, N. (2014). Revitalisasi dan optimalisasi manajemen madrasah sebagai pendidikan Islam menuju pendidikan Islam bermutu. Rasail Media Group.

Lickona, T. (2012). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Muin, F. (2011). Pendidikan karakter: Konstruksi teoritik dan praktik. Ar-Ruzz Media.

Musolin. (2021). Pendidikan masa pandemik COVID-19: Implementasi konsep tri pusat pendidikan Ki Hajar Dewantara. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(5), 2477–2486.

Nata, A. (2011). Pemikiran pendidikan Islam dan Barat. Rajawali Pers.

Rahmah, S. (2016). Peran keluarga dalam pendidikan akhlak. Al-Hiwar: Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah, 4(7), 13–23.

Sada, H. J. (2017). Peran keluarga dalam pendidikan anak. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 117–125.

Sadiah, D. (2015). Metode penelitian dakwah: Pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Remaja Rosdakarya.

Sukarman, S. (2018). Reaktualisasi konsep tri pusat pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam perspektif pendidikan Islam bagi generasi milenial. Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas, 5(1), 1–24. https://doi.org/10.31942/pgrs.v5i1.1972

Tafsir, A. (2014). Ilmu pendidikan dalam perspektif Islam. Remaja Rosdakarya.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Yamin, M. (2008). Menggugat pendidikan Indonesia: Belajar dari Paulo Freire dan Ki Hadjar Dewantara. Ar-Ruzz Media.

Downloads

Published

02-07-2026

How to Cite

DI ANTARA RUMAH, SEKOLAH, DAN JALANAN: Merajut Sinergitas Kelembagaan yang Terfragmentasi dalam Pembentukan Karakter Muslim. (2026). AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin, 3(7), 71-82. https://doi.org/10.71282/at-taklim.v3i7.2350

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

31-40 of 444

You may also start an advanced similarity search for this article.